ESW di Lokasi Pengungsian

Taweili, Kota Palu, Sulawesi Tengah

Di tahun pelaksanaannya yang kedua ini, Edu-Sport Warrior (ESW) tengah fokus untuk memberi dampak positif pada 100 anak di Palu dan Bulukumba pada bidang olahraga dengan mengaplikasikan permainan edukatif berdasarkan kurikulum CAC (Coaches Across Continent) dari NIKE. Dan ketika pelaksanaan kegiatan ESW sempat terhenti pasca bencana yang menimpa Palu, volunteer SP Palu pun mulai bangkit kembali dan mencoba menghibur adik-adik di lokasi pengungsian dengan ber-ESW-ria.

Dengan hiruk-pikuknya kondisi pasca bencana dimana sebagian besar masyarakat masih sibuk dengan pendistribusian bantuan, kondisi psikis adik-adik menjadi satu hal yang perlu diperhatikan. Karenanya, SP Palu mencoba hadir membawakan ESW dengan konsep yang serupa dengan sesi psikososial.

Berlokasi di Lapangan Baiya, yang merupakan salah satu titik pengungsian terpadat di Taweili, SP Palu beramai-ramai mengajak adik-adik bermain bersama dan membawakan sedikit cemilan untuk mereka. Kurang lebih ada 130 anak yang ikut bergabung pada saat itu. Mulai dari usia 4 tahun hingga yang sudah duduk di bangku SMP, semua membaur menjadi satu. Kemudian, adik-adik pun mulai dikelompokkan berdasarkan usia, agar lebih mudah untuk mengimplementasi permainan yang sesuai dengan usia mereka.

Untuk yang berusia di bawah 6 tahun, mereka diajak untuk menggambar, mewarnai, serta mendengarkan dongeng. Sementara untuk adik-adik di atas 6 tahun, diajak bermain di space kosong yang beada di depan lokasi pengungsian.

Walaupun hal yang SP Palu lakukan Nampak sederhana, namun senyum bahagian adik-adik saat bermain sudah cukup menjadi obat penghilang lelah bagi para volunteer. Setelah kondisi mulai stabil, kegiatan ESW akan dilanjutkan seperti biasanya, dengan harapan semoga adik-adik bias kembali bangkit dari kesedihan dan ketakutan pasca bencana.

_Ardiansyah_

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar