Semesta harapan anak pulau

web1DSCN4123DSCN4119DSCN4094

DSCN4053#sahabatpulaubulukumba

Minggu yang terik tidak menyusutkan niat dan semangat para relawan sahabat pulau chapter bulukumba untuk mengunjungi adik-adik di Rubah liukang. Rubah liukang terletak di sebuah pulau yang berada persis di depan Pantai bira bulukumba. Untuk mencapai lokasi, para relawan menempuh perjalanan laut selama kurang lebih 45 menit dengan menggunakan perahu nelayan. Perjalan relawan dimulai jam 8 pagi dari pantai bira menuju pulau Liukang, dengan rencana kegiatan yang sudah disipakan oleh masing-masing relawan.
Tiba di pulau liukang, para relawan bergegas menuju sekolah, yang hanya ada 1 sekolah SD dan 1 SLTP. Keduanya pun berada dibangunan yang sama (satap). Para relawan kemudian menyampaikan kepada adik-adik tentang agenda kegiatan selama sehari, dan disambut antusias oleh adik-adik.

Sepulang sekolah, adik-adik mulai berkumpul di tepi pantai dan kegiatan pun di mulai dengan Dongeng yang dibawakan oleh Kak Fina yang bercerita tentang seorang putri yang merasa kecewa kepada adik-adik liukang jika membuang sampah sembarang. Kemudian mereka diminta untuk menuliskan sebuah surat untuk putri. Beragam tanggapan pun mereka tuliskan di surat, ada yang berjanji akan menjaga lingkungan, ada yang berjanji akan menegur jika ada yang membuang sampah sembarang, bahkan ada yang menuliskan keinginannya untuk ke jakarta.

Selain dongeng, kegiatan lainnya adalah permainan tradisonal yang dipandu oleh semua relawan yaitu kak Ifha, kak Sifa, kak riska, kak Mamat, kak Iwan, kak Jeri, kak Riki dan lainnya. Sama seperti dongeng, adik-adik sangat antusias bermain, dan khusus bagi relawan ini adalah moment mengingat masa kecil dahulu.

Setelah rangkaian kegiatan bersama adik-adik selesai, para relawan beralih mengunjungi para orang tua angkat untuk istirahat dan berbagi cerita tentang banyak hal.

Sore hari pukul 17.00 wita, para relawan menuju dermaga untuk kembali ke Bira. Tinggi dan kencangnya ombak membuat kapal yang ditumpangi relawan sedikit oleng sehingga waktu perjalanan pun semakin lama. Namun sekali lagi, ini tak menyurutkan semangat mereka untuk berbagi bersama adik-adik di pulau liukang.
Sesampainya di bascamp, para relawan kemudian kembali membaca surat adik-adik pulau liukang. Dan isi surat mereka membuat beberapa relawan tertegun dan terharu.

“Anak-anak pulau liukang, adalah anak-anak semesta yang senantiasa mewarnai langit dengan senyuman mereka, tak banyak yang mereka inginkan. Mereka hanya ingin menjadi anak-anak yang berprestasi, dan menunjukkan pada dunia bahwa anak pulau adalah anak alam yang kelak akan mengubah dunia. Dari kalian kami belajar banyak hal, sekalipun tanpa listrik kami tak pernah mendengar mereka mengeluh tentang keterbatasan, mereka tidak pernah mengeluh tidak bisa mengerjakan PR karna mati lampu, dan mereka tidak tau tentang media sosial. Belajarlah, karna kami percaya bahwa akan ada masa kalian bukan lagi menjadi semesta, tapi kalianlah semesta itu. Dan maafkan keterbatasan waktu kami untuk berbagi bersama kalian,namun percayalah kami senantiasa mendoakan dan mengirimkan kasih sayang untuk kalian. Dan percayalah, sahabat pulau adalah pintu semesta harapan kalian.

September, 2016
Sahabat Pulau Chapter Bulukumba

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *